Kamis, 06 Juni 2013

Risiko di Balik Menyambung Bulu Mata



JAKARTA — Mata yang terbuka lebar dengan bulu mata lentik memang membuat penampilan lebih ekspresif. Tak heran jika tren bulu mata palsu atau pun menyambung (extention) bulu mata menjadi tren yang banyak diminati.

Ekstensi bulu mata dianggap lebih praktis karena tak perlu repot mencopot dan memasang bulu mata palsu. Biasanya dilakukan di salon-salon menggunakan helaian bulu mata sintetis atau cerpelai yang dijalin satu per satu ke bulu mata asli.

Proses yang memakan waktu sekitar dua jam ini akan membuat bulu mata yang disambung bisa bertahan selama tiga minggu sebelum bulu mata tumbuh sehingga ekstensi bulu mata harus dilepas atau diganti.

The American Academy of Ophthalmology (AAO) merekomendasikan bahwa bulu mata palsu atau ekstensi bulu mata di salon bisa menimbulkan infeksi kornea dan kelopak mata. Risiko lain adalah dermatitis kontak akibat reaksi alergi dari lem yang dipakai untuk menyambung bulu mata.

"Semakin banyak pasien yang mengalami gangguan mata akibat ekstensi, beberapa di antaranya sampai merusak penglihatan," kata Rebecca Taylor, dokter mata dan juru bicara AAO.

Bahaya lain yang mungkin timbul adalah rontoknya bulu mata asli. Hal tersebut terjadi jika proses penyambungan merusak folikel bulu mata atau sambungannya terlalu berat sehingga bulu mata menjadi pecah-pecah.

"Bulu mata memiliki fungsi yang penting, antara lain melindungi mata dari debu dan mempertajam penglihatan. Jika kerusakan hanya sementara tidak masalah, yang perlu dikhawatirkan jika kerusakannya permanen," kata Taylor.

Untuk menghindari risiko tersebut, ia menyarankan agar Anda memilih salon yang bersih dan berpengalaman melakukan ekstensi bulu mata.

Sebaiknya hindari lem yang mengandung formaldehyde karena bisa memicu reaksi alergi sehingga timbul rasa gatal, terbakar, dan bengkak pada mata.

Jika bulu mata sudah disambung, perhatikan tanda-tanda alergi, seperti rasa nyeri, gatal, atau kemerahan. Jika timbul gejala tersebut hindari menggaruknya karena bisa membuatnya bertambah parah. Segeralah periksa ke dokter mata untuk mendapat pengobatan yang diperlukan.

Untuk melepas sambungan bulu mata, sebaiknya dikerjakan oleh tenaga profesional

Jangan Sepelekan, 8 Hal Ini Bisa Jadi Pembunuh Sistem Imun Tubuh



Jakarta, Virus dan bakteri bukan satu-satunya aktor buruk yang menguji sistem kekebalan tubuh Anda. Sel T atau juga dikenal sebagai pasukan imun diuji selama 24 jam selama 7 hari oleh hal-hal yang mungkin tidak Anda duga. Bahkan hal sepele di sekitar Anda juga bisa jadi pembunuh sistem imun.

Berikut hal-hal sepele yang dapat membunuh pasukan imun di tubuh, seperti dilansir Rodale, Rabu (5/6/2013):

1. Kesepian
Sel imun manusia bersifat sosial dan mereka juga ingin si empunya tubuh bersosialisasi. Sel T akan memindai tubuh terhadap penyakit dan kemudian berbagi informasi seperti yang dilakukan lebah madu. Tapi jika Anda tidak begitu sosial, hal ini dapat mempengaruhi kemampuan sel imun untuk melawan penyakit.

2. Kurang tidur
Kurang tidur dapat menurunkan jumlah sel-sel pembunuh yang dibutuhkan tubuh untuk melawan infeksi. Sebuah studi University of Chicago menemukan bahwa tidur hanya empat jam semalam selama seminggu sudah dapat mengurangi jumlah antibodi pelawan flu di tubuh Anda.

3. Antibiotik
Minum antibiotik dapat memangkas tingkat sitokin, yakni utusan hormon sistem kekebalan tubuh yang dikeluarkan selama Anda sakit. Untuk itu, jangan sembarangan mengonsumsi antibiotik. Perlu diketahui, antibiotik hanya bisa memerangi bakteri, sehingga tidak diperlukan bila Anda diserang penyakit yang disebabkan oleh virus, seperti flu.

4. Makanan kaleng
Bisphenol A atau BPA, melapisi lapisan dalam kebanyakan makanan kaleng. Pada tahun 2010, peneliti dari University of Michigan School of Public Health menemukan bahwa orang dewasa dengan tingkat BPA tinggi juga memiliki kadar antibodi cytomegalovirus yang lebih tinggi, yang menunjukkan bahwa sel pada sistem kekebalan tubuhnya rusak.

5. Gula
Mengonsumsi 100 gram gula (setara dengan sebotol soda atau permen) secara signifikan menurunkan kemampuan sel darah putih untuk membunuh bakteri hingga lima jam, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition.

6. Dehidrasi
Cairan membantu menyiram racun yang dapat merusak kekebalan tubuh dan membawa nutrisi ke bagian-bagian yang mengalami infeksi. Sayangnya, banyak orang yang tidak menyadari bahwa tubuhnya sudah mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan.

7. Sabun antibakteri
Para peneliti di Johns Hopkins Children Center menemukan bahwa anak-anak yang terkena bahan kimia antibakteri lebih rentan terhadap alergi makanan dan lingkungan.

Anak-anak dengan tingkat tinggi paparan antibakteri dalam urine mengalami kadar antibodi IgE darah yang lebih tinggi. Jumlah antibodi tinggi merupakan sinyal respons terhadap alergen. Para peneliti percaya bahwa bahan kimia antibakteri mengubah perkembangan sistem kekebalan tubuh yang sehat.

8. Polusi udara
Penelitian mutakhir menggali hubungan antara polusi udara khususnya polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH) dan rusaknya sistem kekebalan tubuh. PAH mengalir dari pipa knalpot dan meracuni jalanan, taman bermain dan tempat parkir, yang kemudian masuk ke tubuh Anda

Selasa, 04 Juni 2013

Pria Narsis Lebih Gampang Dapat Pasangan



JAKARTA- Pria yang terlalu mengagumi dirinya sendiri atau dikenal dengan istilah narsis, cenderung lebih menarik di mata wanita. Sebuah penelitian baru dari Jerman mengatakan, inilah yang menyebabkan pria narsis cenderung mudah mendapatkan pasangan.

"Narsisme berhubungan dengan daya tarik di kehidupan nyata," ujar Ketua studi Michael Dufner, peneliti di Humboldt University of Berlin.

Studi yang dipublikasi dalam jurnal Personality and Social Psychology Bulletin ini mengukur kadar narsisme 61 pria yang berusia rata-rata 25 tahun. Para peserta diminta untuk mengikuti uji coba daya tarik.

Dufner mengatakan, penelitian ini mengartikan narsisme sebagai sifat pribadi, bukan gangguan kepribadian. Hal ini berarti setiap orang sebenernya memiliki kadar narsisme masing-masing, ada yang tinggi, ada pula yang rendah.

Setelah diukur kadar narsismenya, para peserta diminta untuk mendekati wanita yang mereka belum kenal sebelumnya di jalan. Mereka diharuskan mendapatkan kontak dari wanita, baik nomor telepon, email, atau akun Facebook.

Rata-rata para pria berhasil mendekati 23 orang wanita. Namun orang dengan kadar narsisme yang lebih tinggi berhasil mendekati wanita lebih banyak. Semakin tinggi kadar narsisme-nya, semakin mungkin mereka untuk mendapatkan kontak dari wanita.

Menurut Dufner, efek ini bukan didasari oleh percaya diri dari pria, melainkan narsisme. "Penampilan fisik dan narsisme merupakan dua alasan yang dapat menarik lawan jenis," ungkapnya.

Namun Dufner mengakui bahwa penelitian ini belum dapat membuktikan secara langsung hubungan antara narsisme dengan penampilan fisik. Selain itu, imbuhnya, pria narsis memang menarik, namun biasanya mereka bukan pasangan yang ideal untuk hubungan jangka panjang.

Profesor psikologi di San Diego State University Jean Twenge yang tidak terlibat penelitian mengatakan, pria narsis mungkin mudah mendapatkan pasangan. Namun masalah akan datang setelahnya saat pasangannya sadar bahwa pria lebih mementingkan dirinya sendiri.

"Biasanya orang narsis memiliki empati yang rendah dan sulit melihat dari perspektif orang lain," ungkapnya

Studi: 4 Kesalahan Pria Ini Bisa 'Bunuh' Gairah Seks Wanita



Jakarta, Gairah seks perempuan seringkali naik dan turun. Tak hanya karena lelah atau sedang tidak mood, beberapa penyebabnya mungkin karena perilaku pasangan yang tidak disadari.

Menurut sebuah studi terbaru dalam Journal of Sex & Marital Therapy, para perempuan yang sudah terikat dalam hubungan pernikahan melaporkan adanya penurunan gairah bercinta dari waktu ke waktu. Penurunan sekitar 0,02 persen setiap bulannya ini tidak sama dengan laporan para laki-laki. Mereka cenderung memiliki gairah yang stabil setiap bulannya.

"Beberapa penelitian menunjukkan bahwa antara 6-30 bulan, sebuah hubungan beralih dari yang awalnya bersemangat menjadi datar," imbuh Robin Milhausen, Ph.D, pemimpin studi dan seorang peneliti seks di University of Guelph, Ontario.

Berikut 4 kesalahan yang seringkali dilakukan laki-laki dan bisa menurunkan gairah bercinta perempuan, seperti dilansir Men's Health, Selasa (4/6/2013):

1. Mengabaikan penampilannya

"Laki-laki yang sudah berada dalam ikatan pernikahan, apalagi pernikahan jangka panjang, cenderung tidak memperhatikan saat pasangan mereka terlihat cantik. Padahal ada begitu banyak hasrat seksual perempuan terkait dengan rasa harga diri," ungkap Ian Kerner, PhD, konselor seks dan penulis 'She Comes First'.

Perbaikan untuk masalah ini cukup sederhana, berikan pujian setiap hari. Tidak perlu pujian berlebihan, Kerner menyarankan berikan pujian sederhana agar pasangan Anda tahu bahwa dirinya seksi.

2. Memberinya terlalu banyak tekanan

"Jangan terlalu khawatir atau bertanya langsung kepadanya tentang orgasme," ungkap Marnia Robinson, penulis 'Cupid's Poisoned Arrow'.

Menurut Robinson, sebaiknya saat bercinta pasangan tetap santai dan melakukan sentuhan ringan. Dengan saling santai, maka tidak ada tekanan baik pada diri Anda maupun pada pasangan. Seks yang baik adalah tentang hubungan, kedekatan, dan kepuasan sensual, bukan berapa kali orgasme dihasilkan.

"Relaksasi yang baik dan tetap santai juga berperan agar laki-laki lebih mudah mencapai ereksi," imbuhnya.

3. Menggunakan film porno sebagai patokan

"Hanya karena Anda melihat aktivitas seksual dalam sebuah film bukan berarti itu aman atau memuaskan," ujar Robinson.

Perlu diingat juga bahwa mungkin pasangan Anda pun tidak menyukai aktivitas seksual yang terlalu berlebihan dan berpatokan dengan adegan sebuah film. Kepekaan otak juga dapat membuat bercinta menjadi lebih menggairahkan.

Saat kondisi otak sudah pada tahap normal kembali, perilaku bercinta yang teratur bisa menjadi menyenangkan. Untuk momen ini cobalah lakukan posisi misionaris.

4. Melupakan foreplay sederhana

"Ketika laki-laki sudah merasa nyaman dalam suatu hubungan, pendekatan yang mereka untuk foreplay cenderung terlupakan. Mereka terlalu fokus pada inti bercinta itu sendiri," ujar Kerner.

Faktanya, gairah perempuan tidak muncul dalam waktu yang cepat. Tindakan-tindakan kecil namun penuh intim seperti memeluk dan mencium bisa menjadikan suasana hatinya menjadi lebih mood untuk bercinta

Sayang Anak, Sayang Anak! Jangan Biarkan Si Kecil Diserang Penyakit



Jakarta, 'Sayang anak, sayang anak!' Seruan itu lebih sering terdengar dari mulut pedagang yang menjajakan mainan untuk anak-anak. Tapi sayang anak tidak melulu harus dibuktikan dengan mainan, yang terpenting justru dengan melindunginya dari serangan penyakit.

Anak-anak terutama balita (bawah lima tahun) sangat mudah jatuh sakit karena sistem kekebalan tubuhnya belum terbentuk secara sempurna. Sebagai orang tua, Anda harus mengetahui cara untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh agar anak tetap sehat.

"Cara-cara yang dapat dilakukan tentu imunisasi, menjaga cara hidup sehat, lingkungan yang higienis, kebersihan ventilasi, dan menjaga asupan gizi," jelas dr Tjatur Kuat Sagoro, SpA, dokter spesialis anak dari RSUP Persahabatan, saat berbincang dengan , seperti ditulis pada Rabu (5/6/2013).

Supaya anak tidak sakit-sakitan, dr Tjatur juga menyarankan untuk menghindarkan anak dari asap rokok dan orang dewasa yang sakit. Kepadatan rumah ternyata juga ikut berpengaruh terhadap daya tahan tubuh anak. Bila dalam satu rumah terdapat banyak orang dewasa, maka potensi anak untuk tertular penyakit akan semakin besar.

"Karena anak masih mudah tertular oleh orang dewasa, sehingga jika di rumah ada orang dewasa yang sakit, sebaiknya diobati terlebih dahulu," lanjutnya.

Agar tubuh anak lebih kuat dan kebal terhadap penyakit, orang tua juga perlu meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya, antara lain dengan cara berikut, seperti dilansir whattoexpect:

1. Memberikan ASI eksklusif
Bayi yang mendapatkan air susu ibu, tidak hanya sekedar mendapatkan asupan makanan saja. ASI mengandung antibodi dalam jumlah beasr yang dapat mendukung sistem kekebalan tubuh anak.

2. Pastikan anak memiliki jam tidur yang cukup
Bayi di bawah usia 6 bulan membutuhkan waktu tidur sebanyak 20 jam per hari. Sedangkan balita membutuhkan waktu tidur hingga 13 jam per hari. Jam tidur yang cukup akan membuat sistem kekebalan tubuh anak lebih kuat.

3. Jangan terlalu berlebihan dalam menjaga kebersihan anak
Sistem kekebalan tubuh anak membutuhkan beberapa paparan bakteri dan virus untuk berlatih memeranginya, di mana hal ini merupakan cara kerja antibodi. Jika Anda terlalu berlebihan dalam menjaga kebersihan anak dengan menggunakan produk antibakteri, hal ini dapat membunuh semua bakteri yang penting bagi ketahanan tubuh.

4. Vaksinasi
Vaksinasi yang diberikan pada anak melalui imunisasi sangat penting untuk melindungi anak dari berbagai penyakit tertentu. Ketika anak mendapatkan vaksinasi, sistem kekebalan tubuhnya menguat dan antibodi siap melindungi tubuh dari virus atau bakteri asing.

5. Berikan asupan makanan yang sehat
Pastikan menu makanan yang Anda berikan untuk anak mencakup semua nutrisi yang dibutuhkan untuk perkembangan si kecil. Makanan seperti paprika, ubi, wortel, blueberi dan jeruk yang kaya akan vitamin C dapat meningkatkan kekebalan tubuh.

Untuk tumbuh, anak juga membutuhkan protein yang dapat diperoleh dari produk susu dan daging, dan karbohidrat kompleks, dari biji-bijian seperti beras merah dan gandum utuh. Fungsinya untuk membantu menjaga sistem kekebalan tubuh tetap dalam kondisi optimal dan siap untuk membangun pertahanan melawan infeksi.

6. Jauhkan anak dari paparan asap rokok
Asap rokok memiliki sekitar 4.000 bahan kimia yang berbeda yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh siapa saja yang menghirupnya. Anak-anak yang terpapar asap rokok lebih rentan terhadap infeksi telinga, batuk, pilek, bronkitis, dan masalah pernapasan lainnya

Orang Indonesia Rentan Keracunan Obat?



JAKARTA- Rata-rata orang Indonesia memiliki sifat poor metabolizer dalam hal obat-obatan. Karakter ini juga dimiliki sekitar 35 persen warga di kawasan Asia Tenggara.


Menurut pakar biologi molekuler bidang medis Prof. David. H. Muljono, sifat ini mengindikasikan bahwa kebanyakan orang Indonesia cenderung lambat dalam memetabolisme obat. Akibatnya, obat yang masuk ke dalam tubuh akan "diolah" dalam waktu yang lama. Sehingga obat yang masuk ke dalam tubuh cenderung makin meningkat, tetapi tak seimbang dengan manfaat yang diberikan.

"Kalau begini, orang Indonesia bisa keracunan obat. Obat terus dikonsumsi, tetapi manfaatnya tidak segera dirasakan," kata David pada seminar sehari 'Celebrating 60 Years DNA Discovery' di Titan Centre, Bintaro Jaya, Tangerang, (4/6/2013).

David menambahkan, lambatnya metabolisme obat ini ditentukan sejenis gen polymorphis bernama CYP2C19 pada manusia. Gen ini berperan penting dalam mengatur metabolisme obat dalam tubuh. Adanya gen ini menyebabkan tidak semua obat cocok untuk semua individu.  Dosis pemberian juga tidak bisa disamakan. Oleh karena itu pula, David menyarankan segera diterapkannya model pengobatan personalized medicine.

"Gen menentukan berbagai proses dalam tubuh. Kalau gen sudah diketahui, maka upaya kesehatan selanjutnya bisa efektif dan tepat sasaran," kata peneliti senior dari Eijkman Institute ini.

Dalam literatur medis disebutkan bahwa metabolisme obat merupakan salah satu tahap dari proses farmakokinetik.  Istilah farmakokinetik menggambarkan bagaimana tubuh mengolah dan menyerap obat, berapa besar jumlah yang diserap dan yang beredar dalam darah, untuk kemudian dimetabolisme sebelum akhirnya dibuang dari tubuh.  Setelah diserap dan didistribusi melalui sirkulasi darah, obat akan mengalami proses yang disebut metabolisme.  Tahap ini berfungsi untuk menetralisir sifat racun yang membahayakan tubuh.

David menyarankan setiap individu untuk mulai melakukan pemeriksaan dan konsultasi gen, untuk mengetahui potensi penyakit dalam tubuh. Personalized medicine adalah konsep atau cara pandang pengklasifikasian individu.

Klasifikasi ini berdasarkan daya tanggap terhadap penyakit dan pengobatan. Hasilnya, akan ada upaya pencegahan maupun pengobatan yang berbeda, berdasarkan ciri khas individu misalnya susunan gen. Personalized medicine menjadikan pengobatan maupun pencegahan lebih efektif.

"Indonesia bukannya terlambat, atau tidak melakukan. Tapi konsep ini belum tertanam pada kebanyakan masyarakat," kata David.

Akibatnya, pengobatan yang diberikan tidak semuanya tepat sasaran. Padahal, pengobatan yang bersifat spesifik per individu ternyata menjadi resep jitu pengobatan di luar negeri. Pengobatan ini khusus ditujukan berdasarkan sifat tertentu yang berbeda per individu.

"Personalized medicine menjadi resep ampuh pengobatan negara tetangga. Pengobatan ini tidak hanya untuk pasien tapi juga masyarakat umum," kata David.

Kamis, 30 Mei 2013

Ancaman Baru Virus Corona Fakta Penting yang Perlu Diketahui Tentang Virus Corona



I
Jakarta - Muncul kembali setelah beberapa waktu tidak ada laporan kasus baru, virus corona langsung menyita perhatian dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilainya sebagai ancaman baru.

"Kami tak tahu di mana virus ini bersembunyi. Kami juga tak tahu bagaimana orang-orang bisa terinfeksi. Hingga kami dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, kami tak punya apa-apa untuk mencegah serangan infeksi ini," kata Margaret Chan, direktur WHO dalam World Assembly ke-66 di Jenewa, Swiss baru-baru ini.
http://www.toko-alkes.com/
Lalu apa sajakah yang perlu diketahui tentang novel coronavirus (nCoV) tersebut? Berikut penjelasannya seperti dikutip dari Time.Healthland, Kamis (30/5/2013)
Copyright 2011
Cara Merawat Wajah

Powered by
Free Blogger Templates