Kamis, 06 Juni 2013

Tinggi Rendahnya IQ Seseorang Dipengaruhi Pembuluh Darah di Matanya


Jakarta, Konon IQ (intelligence quotient) seseorang ditentukan dari besar kecilnya ukuran otak yang dimilikinya. Namun sebuah studi baru menemukan bahwa tinggi rendahnya IQ juga dipengaruhi oleh lebar sempitnya pembuluh darah di dalam retinanya.

Awalnya pakar psikologi, Idan Shalev dari Duke University, AS dan rekan-rekannya penasaran apakah intelijensia bisa dijadikan salah satu penanda kesehatan otak, atau secara spesifik sebagai indikator kesehatan sistem pembuluh darah yang menyediakan oksigen maupun nutrisi ke otak.

Untuk itu, peneliti menggunakan retinal imaging, teknologi non-invasif yang relatif baru dalam opthalmologi untuk mengamati pembuluh darah kapiler retina, yang berlokasi di belakang mata.

Sebelumnya peneliti telah memahami bahwa pembuluh darah retina mempunyai ukuran, struktur dan fungsi yang sama dengan pembuluh darah di dalam otak sehingga dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk mengetahui kondisi kesehatan otak pada manusia.

Lantas peneliti mengamati data dari partisipan yang ambil bagian dalam Dunedin Multidisciplinary Health and Development Study, yang melibatkan lebih dari 1.000 orang yang lahir antara bulan April 1972 hingga Maret 1973 di Dunedin, Selandia Baru.

Dari situ diketahui bahwa makin lebar pembuluh darah retina pada partisipan maka makin rendah skor IQ-nya ketika mencapai usia 38 tahun, bahkan setelah peneliti mempertimbangkan kondisi kesehatan organ lainnya, gaya hidup dan faktor risiko lingkungan yang bisa saja berperan di dalamnya.

Individu yang pembuluh darah retinanya lebih lebar juga dilaporkan mengalami penurunan kognitif karena skor pengukuran fungsi neuropsikologisnya seperti pemahaman verbal, penalaran persepsi, daya ingat, dan fungsi eksekutifnya terlihat lebih rendah.

Secara mengejutkan, studi ini juga menguak fakta bahwa orang-orang dengan pembuluh darah yang lebar pada usia 38 tahun memiliki IQ yang lebih rendah di masa kecil atau 25 tahun sebelumnya. Padahal menurut peneliti, generasi muda yang mempunyai skor tes IQ yang rendah cenderung memiliki kondisi kesehatan yang buruk serta jangka hidup (lifespan) yang lebih pendek.

Artinya, orang-orang dengan pembuluh darah retina yang lebar memiliki IQ yang rendah sekaligus angka harapan hidup yang pendek, begitu juga sebaliknya.

Kendati begitu, studi ini tidak memberikan penjelasan mekanisme yang spesifik di balik hubungan antara pembuluh darah retina dengan fungsi kognitif. Hanya saja peneliti menduga hal ini ada kaitannya dengan suplai oksigen ke otak.

"Dengan meningkatkan pemahaman tentang pembuluh darah retina, para pakar dapat dengan mudah mengembangkan diagnosis serta pengobatan yang lebih baik dalam rangka meningkatkan suplai oksigen ke dalam otak sehingga mencegah penurunan kemampuan kognitif seiring dengan bertambahnya usia seseorang," tutup Shalev seperti dilansir Health24, Kamis (6/6/2013).

Studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal Psychological Science.

Beginilah Cara Rokok Merusak Jantung Anda.


Jakarta, Umumnya tak ada satu pun organ di dalam tubuh yang tidak dirusak oleh asap rokok, termasuk jantung. Hal ini karena di dalam satu batang rokok mengandung 4.000 senyawa kimia yang 40 diantaranya termasuk racun dan karsinogenik (bisa menyebabkan kanker).

Untuk memahami bagaimana rokok merusak jantung Anda, penting terlebih dahulu mengetahui bagaimana cara kerja jantung . Jantung bertanggung jawab untuk melakukan berbagai fungsi, yang terpenting adalah fungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Jantung menyediakan darah beroksigen ke jaringan dan organ tubuh. Oksigenasi dari darah pada dasarnya adalah proses penggabungan oksigen dengan darah, yang merupakan fungsi dari paru-paru.

Jantung sisi kanan mengambil darah yang tidak mengandung oksigen dan memompanya ke paru-paru untuk proses oksigenasi, dan jantung sisi kiri menerima darah kembali dari paru-paru yang telah mengandung oksigen. Kemudian darah yang mengandung oksigen ini akan dipompa oleh otot jantung ke seluruh tubuh untuk jaringan dan berbagai organ.

Nah, racun dalam rokok dapat merusak sistem kerja normal jantung tersebut. Ada dua bahan kimia perusak jantung yang terkandung dalam sebatang kecil rokok, yakni adalah karbon monoksida dan nikotin, seperti dilansir Onlymyhealth, Jumat (7/6/2013).

Karbon monoksida akan menempel pada hemoglobin darah, padahal diketahui bahwa hemoglobin bertanggung jawab untuk pengangkutan oksigen ke seluruh tubuh. Yang karbon monoksida dilakukan adalah mengurangi oksigen dan dengan demikian mengurangi kemampuan hemoglobin untuk mengangkut oksigen ke jantung dan seluruh organ tubuh manusia.

Nikotin di sisi lain merangsang produksi adrenalin dalam tubuh dan ini menyebabkan jantung berdetak lebih cepat dan meningkatkan tekanan darah.

Rokok juga mempengaruhi jantung dengan dampaknya terhadap produksi kolesterol. Merokok meningkatkan produksi LDL (low-density lipoprotein) yang merupakan kolesterol jahat, dan mengurangi produksi HDL (high-density lipoprotein) yang merupakan kolesterol baik.

Menjadi perokok aktif atau perokok pasif untuk jangka panjang dapat menimbulkan bahaya serius pada jantung Anda. Tekanan darah melonjak dan jantung harus bekerja lebih keras setiap hari.

Kolesterol menyebabkan penyempitan dan pengerasan pembuluh darah, dan kemudian mencegah aliran oksigen ke jantung dan seluruh tubuh. Oleh karena itu, jantung akan bekerja sangat ekstra hingga dapat menyebabkan serangan jantung.

Tak ingin jantung rusak? Matikan rokok Anda sekarang juga!

5 Gejala Gangguan Mental pada Anak dan Remaja

k


JAKARTA- Anak-anak akan melewati beberapa tahap perkembangan yang ikut memengaruhi perilaku mereka. Tak jarang perubahan perilaku yang dialami anak dianggap sebagai sebuah fase yang akan berlalu dengan sendirinya.  Padahal, beberapa perubahan perilaku itu bisa menjadi gejala dari adanya gangguan mental yang dialami anak.


Para peneliti dari Harvard Medical School menemukan bahwa separuh dari kasus gangguan mental dimulai dari usia sangat muda, 14 tahun dan tigaperempatnya terjadi sejak usia 24 tahun.  Karena kemunculannya yang sangat dini itu, maka terapi dan penanganannya harus dilakukan sejak awal pula.

Pusat pengendalian dan pencegahan penyakit AS (CDC) menemukan bahwa satu dari lima anak di AS mengalami gangguan mental. Gangguan pemusatan perhatian (ADHD), anak pemberontak (oppositional defiant disorder/OOD), spektrum autisme, gangguan mood dan kecemasan, depresi, adalah jenis gangguan mental yang paling banyak ditemui.

Orangtua berperan besar dalam mengurangi keparahan gangguan tersebut dengan cara memberi perhatian pada perubahan perilaku anak. Orangtua juga bisa menggunakan intuisi mereka jika merasa "ada sesuatu yang salah" dengan anak mereka.

Berikut adalah 5 gejala yang perlu diwaspadai dari anak-anak dan remaja Anda.

1. Perubahan mood yang berlangsung lama

Perubahan mood yang berlangsung lebih dari dua minggu adalah indikator kuat adanya gangguan mental pada anak. Perubahan mood ini bisa bervariasi mulai dari hiperaktif sampai terlalu melankolis tanpa alasan yang kuat.

Menurut The National Institute of Mental Health, perilaku "sangat gembira" atau mania dan perasaan "down" atau depresi bisa menjadi tanda adanya gejala gangguan bipolar. Tetapi, perilaku hiperaktif pada anak yang tidak diikuti dengan gejala lesu setelahnya adalah karateristik normal pada anak.

2. Cemas dan takut berlebihan

Takut dan khawatir adalah hal yang wajar dialami anak usia dini. Normal saja mereka merasa takut pada gelap, membayangkan sosok monster, atau takut berpisah dengan orangtua. Untuk anak usia sekolah, cemas sebelum tampil di sekolah atau takut tak diterima teman-temannya, adalah respon yang sehat.

Namun, berhati-hatilah jika rasa takut yang dialami anak sudah berlebihan sehingga mengganggu aktivitas mereka. Mungkin sudah saatnya Anda melakukan intervensi.

3. Perubahan perilaku ekstrem

Mulai membangkang juga adalah fase yang akan dilalui dalam tahap perkembangan emosional anak untuk menuju kemandiriannya. Tetapi ada perilaku pembangkangan yang sangat ekstrem yang disebut dengan OOD. Biasanya gangguan ini dimulai saat anak berusia 8 tahun atau sebelum masuk usia remaja. Salah satu contoh perilaku tersebut adalah membeli beberapa games tanpa ada minat untuk memainkannya.

Gangguan mental yang erat kaitannya dengan perubahan perilaku adalah ADHD, kecemasan, depresi, atau gangguan bipolar.

4. Perubahan fisik, berat badan naik atau turun drastis

Diperkirakan 80 persen orang yang mengalami gangguan mental mengalami obesitas atau kegemukan. Perubahan fisik yang mendadak yang tidak terkait dengan pubertas bisa menjadi indikator anak menderita gangguan. Demikian pula halnya jika anak tampak tidak nafsu makan, bisa menjadi gejala depresi.

Perubahan fisik yang disebabkan oleh penggunaan alkohol atau obat terlarang juga merupakan gejala depresi pada anak. Para pakar menyebutkan, risiko anak menderita depresi lebih besar jika salah satu atau kedua orangtua juga menderita depresi.

5. Kurang konsentrasi

Anak yang sangat sulit berkonsentrasi juga perlu dicurigai mengalami gangguan mental. Tapi orangtua juga perlu membedakan anak yang memang ingin menonton TV ketimbang mengerjakan PR, dengan anak yang tidak mampu fokus pada acara favoritnya di TV.

Ketidakmampuan untuk berkonsentrasi pada tugas sederhana adalah gejala dari ADHD atau depresi. Kurang fokus juga bisa disebabkan karena pikiran mereka terpusat pada rasa malu, bersalah, atau kematian. Kurang konsentrasi pada anak akan tampak nyata pengaruhnya pada nilai akademik atau pergaulannya.

Bayi Juga Bisa Kena Penyakit Jantung, Ini Tanda-tandanya


Jakarta, Penyakit jantung sering diidentikkan dengan orang yang sudah berumur atau minimal berusia paruh baya. Banyak yang tidak tahu bahwa penyakit jantung juga bisa menyerang anak-anak. Hanya saja, penyebabnya berbeda dengan penyakit jantung pada orang dewasa.

Pada anak, sebagian besar penyakit jantungnya adalah kelainan bawaan, namun ada juga yang disebabkan oleh infeksi. Keparahannya bisa berkisar dari yang ringan hingga berat. Kelainan yang paling banyak ditemui adalah kelainan atau kebocoran pada bilik jantung.

"Paling banyak penyebabnya bocor di bilik, itu 30 persen. Kalau yang pembuluh darahnya terbalik itu 5 persen dari seluruh penyakit jantung," kata DR. Dr. Mulyadi M. Djer. SpA(K)

Dr Mulyadi menuturkan ada banyak faktor risiko yang dapat memicu kelainan jantung pada bayi, yaitu ibu yang merokok saat hamil atau minum obat di luar resep dokter, bisa juga akibat terkena radiasi atau terkena penyakit. Bisa juga karena masalah genetik atau keturunan.

Untungnya, kelainan jantung yang parah umumnya sudah dapat dideteksi dengan USG. Sedangkan kelainan-kelainan yang ringan biasanya tak terdeteksi hingga bayi dilahirkan. Bahkan ada yang baru diketahui setelah berusia 2 - 3 minggu, padahal bayi perlu penanganan segera. Lantas bagaimana cara mendeteksinya?

"Bibirnya biru, lidahnya biru, lalu napasnya sesak. Biasanya ketahuannya dari situ. Kalau yang kelainannya berat, dari lahir sudah kelihatan. Tapi kalau yang ringan terkadang nggak kelihatan, bahkan ada yang baru terdeteksi waktu berumur 50 tahun," terang dr Mulyadi.

Untuk mengurangi risiko terjadinya kelainan jantung pada bayi, ibu perlu memperhatikan kondisi kehamilannya, terutama saat berusia 12 minggu. Pada saat ini, jantung bayi sudah terbentuk. Kesalahan yang muncul akan menyebabkan kelainan.

6 Trik Mengecilkan Payudara yang Terlalu Besar


 
Jakarta - Sebagian besar perempuan menginginkan payudara yang besar, sebagaimana laki-laki menginginkan hal yang sama atas pasangannya. Meski demikian, payudara yang terlalu besar terkadang justru merepotkan sehingga perlu sedikit dikecilkan.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengecilkan payudara, misalnya dengan operasi. Namun selain ongkosnya mahal operasi tentu butuh masa pemulihan yang tidak sebentar sehingga tidak banyak yang meminatinya.

Beberapa cara alami yang bisa dilakukan antara lain sebagai berikut,
1. Kurangi berat badan


Payudara terdiri dari 90 persen jaringan lemak, sehingga cara paling alami untuk mengecilkan payudara adalah dengan membakar lemak. Namun karena tidak mungkin membakar lemak hanya di bagian tertentu apalagi di payudara saja, maka menurunkan berat badan secara keseluruhan adalah satu-satunya cara. Lagipula, terlalu gemuk juga tidaksehat

2. Kurangi junk food

Karena banyak mengandung lemak dan kalori, junk food seperti ayam goreng cepat saji dan sejenisnya bisa membuat timbunan lemak meningkat tak terkecuali di payudara. Bukan itu saja, ayap potong kadang-kadang mengandung hormon yang merangsang pertumbuhan payudara. Kalaupun bukan demi payudara, kurangi junk food demi kesehatan jantung dan pembuluh darah.



3. Gizi seimbang

Selain menghindari junk food, pastikan nutrisi atau gizi dari makanan lain terpenuhi secara seimbang. Konsumsi daging rendah lemak, sayuran dan makanan berserat bisa membuat metabolisme tubuh meningkat. Pembakaran kalori menjadi lebih efektif, sehingga timbunan lemak di payudara tidak terlalu mudah terbentuk.


4. Olahraga

Sebagai penunjang diet seimbang,olahraga kardiovaskular penting dilakukan untuk menurunkan berat badan. Selain membakar lemak, olahraga juga mengencangkan otot-otot di sekitar payudara sehingga tampak lebih kencang. Dengan massa yang sama, jaringan payudara akan tampak lebih kecil bila ototnya mengencang.


5. Aerobik

Jika olahraga secara keseluruhan bisa membakar lemak dan mengencangkan otot, olahraga yang lebih spesifik seperti aerobik bisa menyempurnakannya. Denyut jantung yang lebih stabil karena terlatih dengan aerobik akan sangat membantu menjaga sistem metabolisme tubuh.


6. Olahraga anaerobik

Semua jenis olahraga yang bertujuan untuk mengencangkan atau membentuk otot dikategorikan sebagai lawan dari olahraga aerobik, yakni olahraga anaerobik. Untuk mengencangkan payudara, fokuskan latuhan anaerobik atau sebut saja latihan beban dengan menargetkan tubuh bagian atas.

Pil KB Pria, Pilihan Kontrasepsi Terbaru



KOMPAS.com - Mencegah kehamilan dengan menggunakan alat kontrasepsi sejatinya bukan hanya tugas dan kewajiban kaum wanita saja. Pasalnya ketika pria mau dan dapat menggunakan kontrasepsi, kemungkinan kehamilan tak terencana dapat ditekan.

Sayangnya, jenis kontrasepsi yang diperuntukkan bagi pria tidak sebanyak yang tersedia untuk wanita. Selama ini kontrasepsi yang tersedia bagi pria antara lain kondom dan vesektomi. Sisanya, Kaum Adam hanya dapat mengandalkan kontrasepsi paling konservatif yaitu menarik penisnya sebelum terjadi ejakulasi saat berhubungan seks.

Beruntunglah kini kita semakin dekat dengan pilihan kontrasepsi baru untuk pria yaitu pil KB khusus pria. Para peneliti mengatakan, pil KB pria dapat menjadi pilihan darurat yang cukup menjanjikan. Pil KB untuk pria bekerja dengan cara  memberikan dosis hormon tiruan ke aliran darah pria. Hormon ini  berperan untuk menghambat produksi sperma.

Sama halnya dengan pil KB wanita, sifat pil KB pria juga hanya sementara. Dan sama halnya seperti pil hormonal lainnya, salah satu penulis studi sekaligus anggota departemen kesehatan di Imperial College di London Deborah A. Garside mengatakan, pil KB pria memiliki efek samping seperti dapat menimbulkan jerawat, penambahan berat badan, bahkan perubahan kadar testosteron dapat memicu penurunan gairah seksual.

Garside mengatakan, teknik non-hormonal juga sedang dikembangkan, khususnya vaksin yang mengimunisasai antibodi pria yang menghentikan produksi sperma. Teknik ini lebih efektif daripada pil karena langsung menargetkan pada hormon yang berhubungan dengan produksi sperma. Teknik ini juga tidak menurunkan kadar testosteron sehingga libido bisa terjaga. Teknik tersebut juga bersifat sementara karena hanya berefek dalam periode waktu tertentu.

Di Indonesia, pil KB khusus pria dikabarkan sudah siap diproduksi oleh PT Indofarma Tbk. Pil KB di Indonesia diciptakan dan dikembangkan oleh peneliti asal Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Pil KB pria tersebut terbuat dari ekstrak daun tanaman http://www.toko-alkes.com/Gendarussa yang memiliki kemampuan untuk melemahkan sperma membuahi sel telur di samping menaikan vitalitas pria itu sendiri. Pihak peneliti mengatakan, pil KB pria sudah melewati uji klinis dan siap diproduksi massal di tahun 2014.

Risiko di Balik Menyambung Bulu Mata



JAKARTA — Mata yang terbuka lebar dengan bulu mata lentik memang membuat penampilan lebih ekspresif. Tak heran jika tren bulu mata palsu atau pun menyambung (extention) bulu mata menjadi tren yang banyak diminati.

Ekstensi bulu mata dianggap lebih praktis karena tak perlu repot mencopot dan memasang bulu mata palsu. Biasanya dilakukan di salon-salon menggunakan helaian bulu mata sintetis atau cerpelai yang dijalin satu per satu ke bulu mata asli.

Proses yang memakan waktu sekitar dua jam ini akan membuat bulu mata yang disambung bisa bertahan selama tiga minggu sebelum bulu mata tumbuh sehingga ekstensi bulu mata harus dilepas atau diganti.

The American Academy of Ophthalmology (AAO) merekomendasikan bahwa bulu mata palsu atau ekstensi bulu mata di salon bisa menimbulkan infeksi kornea dan kelopak mata. Risiko lain adalah dermatitis kontak akibat reaksi alergi dari lem yang dipakai untuk menyambung bulu mata.

"Semakin banyak pasien yang mengalami gangguan mata akibat ekstensi, beberapa di antaranya sampai merusak penglihatan," kata Rebecca Taylor, dokter mata dan juru bicara AAO.

Bahaya lain yang mungkin timbul adalah rontoknya bulu mata asli. Hal tersebut terjadi jika proses penyambungan merusak folikel bulu mata atau sambungannya terlalu berat sehingga bulu mata menjadi pecah-pecah.

"Bulu mata memiliki fungsi yang penting, antara lain melindungi mata dari debu dan mempertajam penglihatan. Jika kerusakan hanya sementara tidak masalah, yang perlu dikhawatirkan jika kerusakannya permanen," kata Taylor.

Untuk menghindari risiko tersebut, ia menyarankan agar Anda memilih salon yang bersih dan berpengalaman melakukan ekstensi bulu mata.

Sebaiknya hindari lem yang mengandung formaldehyde karena bisa memicu reaksi alergi sehingga timbul rasa gatal, terbakar, dan bengkak pada mata.

Jika bulu mata sudah disambung, perhatikan tanda-tanda alergi, seperti rasa nyeri, gatal, atau kemerahan. Jika timbul gejala tersebut hindari menggaruknya karena bisa membuatnya bertambah parah. Segeralah periksa ke dokter mata untuk mendapat pengobatan yang diperlukan.

Untuk melepas sambungan bulu mata, sebaiknya dikerjakan oleh tenaga profesional
Copyright 2011
Cara Merawat Wajah

Powered by
Free Blogger Templates